"Kita harus fokus untuk mampu menjuarai event ini," ungkap pimpinan proyek timnas Indonesia Nirwan Dermawan Bakrie Kamis (22/4) malam di Senayan, Jakarta.
Untuk AFF Championship 2010 ini, PSSI memang akan menerjunkan timnas senior, berbeda dengan pentas SEA Games 2011 dan Pra Olimpiade 2012, di mana yang menjadi tulang-punggung adalah para pemain berusia di bawah 23 tahun. Pada dua event lagi yang akan dihadapi PSSI, yakni pra kualifikasi Piala Dunia 2014, timnas senior pula yang diturunkan.
Nirwan Dermawan Bakrie mengungkapkan, baik untuk timnas senior atau timnas SEAG 2011, akan ditangani oleh pelatih yang sama. Namun, Nirwan masih enggan untuk mengemukakan pelatih dimaksud. "Masih kita negosiasikan, namun Insya Allah selambat-lambatnya awal Juni sudah mulai bertugas," ujarnya.
Ada dua kandidat utama untuk mengisi posisi pelatih timnas ini, yakni mantan pemain timnas Belanda Ruud Kroll dan mantan pemain timnas Austria, Alfred Rield. PSSI tampaknya lebih condong memilih Ruud Kroll, walau nilai kontraknya lebih tinggi dibanding Rield.
"Saya belum tahu, masih dinegosiasikan oleh sekjen," kata Nirwan, yang ditemui saat bemain sepakbola di Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan, bersama Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie, Idrus Marham, dan Setya Novanto.
Sekjen PSSI Nugraha Besoes yang dihubungi Jumat (23/4) pagi, mengungkapkan, kepastian nama pelatih yang akan dikontrak PSSI kemungkinan besar baru akan diketahui beberapa pekan lagi. Yang jelas, menurut Nugraha Besoes, hal itu tidak akan menjadi penghambat untuk kelangsungan pelatnas jangka panjang yang akan dilakukan oleh PSSI.
"Untuk SEA Games 2011, kita akan memberlakukan pelatnas jangka panjang," tegas Sekjen PSSI itu.
Nirwan Dermawan Bakrie sementara itu memastikan tentang jabatan manajer timnas senior yang tetap dipegang Andi Darussalam Tabusalla, sementara untuk timnas SEA Games 2011 posisi manajer tim disandang Adjie Massaid. Untuk posisi asisten timnas senior dan SEAG 2011, dipercatakan kepada Iwan Budianto.
"Saya kira Adjie Massaid sudah siap untuk mengisi jabatan manajer timnas SEA Games itu," jelas Nirwan Bakrie.
Dihubungi secara terpisah, manajer timnas senior Andi Darussalam Tabusalla mengakui bahwa timnas yang ditanganinya kini harus konsentrasi penuh untuk merebut gelar juara di AFF Championship 2010.
"Betul, kita akan fokus untuk bisa merebut gelar juara kali ini," kata Andi Darussalam Tabusalla, Jumat pagi.
Indonesia belum pernah merebut gelar juara pada ajang persaingan dua tahunan komunitas sepakbola negara-negara ASEAN ini, baik semasih bernama Piala Tiger atau Piala Suzuki. Pada 1996, Kurniawan Dwi Julianto dkk hanya menempati posisi ke-4 setelah menyerah 2-3 pada Vietnam di babak play-off; dua tahun kemudian, 1998, timnas Indonesia menduduki peringkat ketiga setelah mengalahkan Thailand 5-4 melalui drama adu penalti di babak play-off setelah pada waktu normal kedua tim bermain imbang 3-3.
Pada kejuaraan tahun 2000, Indonesia harus puas dengan menjadi runner-up setelah diungguli tuan rumah Thailand 1-4 dalam final di Bangkok. Pada tahun 2002, timnas Indonesia kembali harus puas menjadi runner-up setelah dikalahkan Thailand 4-6 pada final di Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan. Tahun 2004, timnas lagi-lagi harus puas menjadi runner-up setelah dikalahkan Singapura 2-5 (1-2, 1-3) melalui final home & away.
Namun, pada kejuaraan 2006, timnas Indonesia gagal melangkah ke babak semifinal, dengan hanya menempati peringkat ketiga di penyisihan grupnya di bawah Singapura dan Vietnam. Dua tahun kemudian, 2008, timnas Indonesia hanya sanggup mencapai babak semifinal walau kemudian dihentikan Thailand 1-3 dalam home & away.
Jakarta23/04/2010 |

Tidak ada komentar:
Posting Komentar